Ex Boyfriend

Ex Boyfriend…!!!

you know what does it mean?

“an “ex” is called an “ex” because it’s an EXample of what you shouldn’t have in the future”

Yapz… namanya tetap saja mantan, atau untuk lebih jelasnya adalah mantan pacar. jadi kayaknya kalo balikan dengan mantan pacar itu, berasa ditertawakan dunia. hahhahah…๐Ÿ˜€

ga juga sii, cuma… seperti kutipan di atas; mantan pacar itu cuma sampel ajah. ga perlu digunakan lagi, jadi jangan sampe kita masih berharap memilikinya di masa mendatang.

nah, kesan di atas itu seperti menunjukan betapa “tidak” inginnya kembali kepada sang mantan. Namun, sebenarnya tidak demikian “anti” nya aku terhadap mantan. Cerita ini sebenarnya cuma ingin mengingat-ingat saja awal terjalinnya hubungan yang baik, tidak baik, kemudian baik lagi dan seterusnya.

sekitar 10 tahun yang lalu, Aku masih berusia 12 tahun. masih duduk manis diย  bangku kelas 1 smp saat itu. mengenal dunia baru yang sedikit memaksa diri untuk terlihat lebih remaja dan tidak mewarisi lagi tingkah laku semasa duduk di bangku SD.

Saat itu rasanya senang sekali bisa meninggalkan dunia SD yang sudah diduduki selama 6 tahun. Masa-masa di mana Aku mulai merasakan kepekaan terhadap lawan jenis. hihihiihiii…๐Ÿ™‚

yapz… Hampir satu tahun sudah saya duduk di bangku SMP. Kejadian ini tepatnya pada tahun 2003 di awal bulan april. Hmmm… enchanted April – I fall in love. Jatuh cinta pada teman sekelas yang notabene adalah siswa pindahan dari Jakarta. Saat itu rasanya ingin sekali memilikinya alias pacaran dengannya. hahhaa..๐Ÿ˜€

Tapi.. Aku lebih memilih cintai ia dalam diam. Ternyata mencintai seseorang dalam diam itu berat juga lho. harus menjadi orang munafik yang lain di mulut lain di hati. Tapi tentu akuย  memiliki seorang teman yang sudah lulus seleksi bisa menjadi teman curhat, juga pada diary kesayanganku. hiihihiii….

Aku rasa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Walaupun kami tidak sempat
“jadian”, dan aku hanya menduga-duga saja perasaannya. Namun, ada satu keyakinan bahwa dia memiliki perasaan yang sama. aku yakin sekali itu. I don’t know why the feeling grew strong. Walaupun kita tidak sempat menyatukan rasa dalam ikatan “pacaran”, teman-teman kami tau betul kami memiliki perasaan lain yang bersarang dalam hati. Walhasil kami menjadi pasangan ledekan pada masa itu. Tapi, masa-masa itu tidak berlangsung lama, hanya sekitar 4 bulan.๐Ÿ˜ฆ

April, Mei, Juni, Juli dan Agustus memisahkan kita. masa berakhirnya di mana kita tidak lagi dalam satu sekolah. Yaa… Dia hanya bertahan 4 bulan duduk sama-sama pada sekolah yang sama. Satu semester terlewati, perasaan itu masih saja enggan meninggalkan asa nya, berharap masih bisa bertemu pada waktu yang lebih baik, menyatukan asa yang mungkin masih berjalan ke arah yang sama. Semester dua di bangku kelas dua, perasaan itu pun masih saja kuat meski jarak memisahkan kami. Bahkan perasaan itu masih saja ada padahal kami tidak pernah mengirim pesan, berkomunikasi melalui apapun atau hanya sekedar menyimpan foto dirinya. Bahkan aku pun tidak tahu di mana dirinya tinggal saat itu. Sampai akhirnya tiba di semester dua kelas 3 SMP. I heard that he came here to stay here with his family. Woowww….. after all of I passed without him, I don’t know what should I say to this feeling. Serendipity!

Saat itu kami mulai merangkai kembali sisa-sisa kenangan yang dulu sempat hanya menjadi ejekan semata. Mencoba membuatnya “jelas”, bukan hanya perasaan yang saling menduga. Dan… 16 Januari 2005 adalah hari di mana kita memutuskan untuk melangkah searah bersama, menyatukan perasaan yang masih tertinggal. Hhhh…. Penantian yang berbuah manis.๐Ÿ™‚

Hari demi hari, Minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan kembali, Agustus memisahkan kita. Kami menyepakati untuk tidak lagi berjalan satu arah pada tujuan yang sudah tidak lagi sama. Tuhaaannn…. kenapa hari itu tiba pada saat-saat menjelang hari ulang tahunku?๐Ÿ˜ฆ

dan, alasannya hanya karna aku memiliki beberapa orang yang pada saat itu berharap lebih terhadapku. mereka adalah teman-teman dia. Yaa.. alasan yang kala itu make sense juga. Meninggalkan pacar demi mempertahankan teman dan sahabat.

“I am so sure that you will chase after me again, someday. You will feel regret to let me go, you will ask me to come back in your arms, and I am so sure it all will be true someday and you know, I promise I don’t wanna have you back again!”

kira-kira kata-kata di atas merupakan sumpah serapah yang keluar dengan rasa bukan pikiran jernih. Yang mungkin terucap karena sakit hati.

Okeh, Aku kuat!

toh, kita sudah berada pada jenjang yang lebih tinggi – masa-masa SMA. Sudah tentu banyak bermain hati di sini. dan kami memiliki hubungan yangt idak baik, wajar.. karna mungkin ini adalah dan masih proses pencairan suasana setelah kebekuan yang menyelimuti dinding hati kita masing-masing. Aku yakin, suasana ini akan mencair sendirinya. Dan.. tibalah kita pada masa-masa yang sudah biasa. kembali tertawa bersama tanpa mengingat status sebelumnya, “ex boyfriend”.

Rasanya, masa-masa itu seperti kami di saat pertama bertemu. hanya saling menduga masing-masing perasaan.

Dan… benar saja, ga lama dia meminta ku kembali kepadanya. hihihiii…

tapi janji hati tetap harus dikukuhkan. Meskipun lebih dari dua kali dia “ngajakย  balikan”, aku tetap saja gengsi mengatakan ‘iya”. Padahal aku tau, perasaanku untuknya tidak berkurang. Tapi.. Janji hati; bukan masalah hati. Egois memang, tapi toh aku mampu melewatinya.

Sampai tiba di penghujung SMA, kami pun masih memiliki rasa yang sama. Namun, Aku tidak pernah berharap bisa memacari dirinya kembali. Sampai di tahun 2008 yang aku masih memiliki perasaan yang sama, tepat saat ulang tahunku yang ke-18 dan dia masih mengingatnya. Senang sekali dia masih sempat mengucapkannya melalui pesan singkat dan malamnya dia meneleponku. Rasa itu masih sama sampai akhirnya Aku memiliki rasa yang sama untuk seseorang yang berbeda. Masa-masa yang merubah segalanya. Segalanya tentang keegoisan, persahabatan, menghargai dan dihargai. Yaa.. masa-masa di Bogor EduCARE

masa-masa di sinilah yang merubah semuanya, Aku kembali merasakan fall in love dengan orang yg berbeda setelah lebih dari 5 tahun memiliki rasa yang sama pada seseorang.

Aku menyukai seorang president BEST kala itu, dia baik, pintar, dan mungkin kala itu aku sangat menggilainya. hahhaa..๐Ÿ˜€

Namun, kita tidak sempat berada pada satu barisan untuk berjalan satu arah pada tujuan yang sama. Cinta…

dan, cerita itu hanya sekilas saja. Aku mulai belajar ikhlas, memaafkan dan melupakan.

Sekarang, saat ini, hubunganku dengan sang mantan di bangku SMP pun tetap baik. Sampai aku sendiri mungkin akan merasa tidak tega jika kemudian aku menikah dengan yang lain dan menyaksikannya masih mencintaiku.

Yaa… you know, he always shows me that he loves me so much until now. Sampai tadi malam dia masih mengirimiku BBM untuk sekedar mengingatkan aku sholat. dan pagi ini pun begitu..

sayang, rasa ini sudah bukan untuknya. meski dia tahu aku bersama yang lain, entahlah… mungkin dia masih berharap aku kembali padanya.

dan hal ini lah yang menjadi salah satu alasanku untuk berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain dengan menikah terlebih dahulu dari dia dan mereka. terlebih dia pernah ada di tempat istimewa di dalam hatiku. Tidak hanya untuknya, untuk semua orang yang pernah mengutarakan isi hatinya, isi hatinya yang ingin memiliki aku seutuhnya. Mereka yang menyayangiku dan mencintaiku. Mungkin lain waktu, aku akan bercerita tentang mereka di sini atau di tempat lain.๐Ÿ™‚

Sampai saat ini, aku berharap banyak pada-Mu Tuhan… semoga mereka bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dariku. Merasakan perasaan yang sama kepadaku, namun untuk yang lain. Karena, Aku telah memilih yang lain untuk hidup bersamaku.

the point is we don’t choose who we want fallingย  in love with….๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s