Perbanyak Sedekah dengan Hati yang Tulus

Saat ini, hati kita dibuat miris bila melihat kemiskinan yang melanda sebagian besar saudara kita umat Islam di berbagai tempat di belahan dunia ini. Sebagian mereka benar-benar tak berdaya menghadapi kehidupan ini, bahkan untuk makanpun sudah sangat sulit.

Bila melihat sejarah, di zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, ketika itu dengan kearifan dan kebijaksanaan pemerintahan Beliau, hampir seluruh rakyatnya hidup sejahtera. Apa penyebabnya? ternyata adalah pemberdayaan ekonomi dengan menggunakan dan optimalisasi penerimaan zakat dan sedekah. Sebenarnya hal tersebut bisa kita jadikan contoh, bahwa zakat dan sedekah bila benar-benar dikelola dengan baik dapat dijadikan salah satu sumber dana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita yang kurang beruntung.
Anjuran untuk bersedekah kita temukan dalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261 yang artinya :

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Al-Baqarah :261)

Nabi Muhammad SAW. bersabda yang artinya :

“Empat hal, barangsiapa memilikinya maka Allah menyebarkan kepadanya kasih sayang-Nya dan memasukkannya ke surga, (yaitu) orang yang mengungsikan (memberikan tempat tinggal) orang miskin, mengasihani orang lemah, menyayangi budak, dan memberikan nafkah kepada kedua orang tua.” (HR. Al-Hakim)
Dalam hadist lain, Nabi Muhammad SAW. bersabda, yang artinya:

“Orang Islam adalah saudara orang Islam yang lain, ia tidak menganiaya dan tidak menyerahkannya kepada musuh, barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya, barangsiapa menghilangkan kesusahan orang Islam maka Allah menghilangkan kesusahan darinya dari beberapa kesusahan hari kiamat, dan barangsiapa menutupi (aib) orang Islam maka Allah menutupinya (aibnya) pada hari kiamat” (HR. Bukhari, Ahmad dan Muslim)

Begitu dianjurkannya bersedekah bagi umat muslim yang mampu untuk membantu saudara-saudaranya yang kekurangan. Begitu besar ganjaran yang yang dijanjikan Allah, bahkan surgapun dijadikan imbalan. Mengapa kita tidak juga tergerak?
Sedekah dapat menjadi suatu instrumen pemerataan ekonomi sehingga mengurangi kesenjangan antara Si kaya dan Si miskin. Sedekah dapat menumbuhkan kasih sayang antara Si pemberi dengan Si penerima. Dengan kasih sayang tersebut akan tercipta harmoni dalam masyarakat kita, takkan ada lagi kecemburuan sosial, karena Si miskin merasa ada perhatian terhadap mereka.

Pada hakikatnya, sedekah yang kita berikan dengan tulus dan ikhlas adalah untuk diri kita sendiri, mengapa bisa demikian? karena :

* Sedekah yang kita berikan dengan tulus adalah bekal amalan yang kita bawa menghadap Sang Khalik di akhirat nanti, selain amalan tersebut, akan ditinggal di dunia. Hanya kelihatannya saja kita memberi kepada orang lain, tapi hakikatnya memberi untuk diri kita sendiri.
* Sedekah tersebut memberikan rasa yang tenteram kepada diri kita, rasa senang karena dapat membantu orang lain, rasa senang tersebut memberikan efek positif bagi diri kita, yang pada akhirnya memberikan kebahagiaan bagi kita.
* Sedekah tersebut memberikan kita rasa kelapangan hidup sehingga ringan dalam menjalani hidup ini.
* Seperti yang dijanjikan Allah SWT. dalam surat Al-Baqarah ayat 261, akan dilipatgandakan rezeki kita yang tentu saja akan menguntungkan kita.

Seorang ilmuwan muslim, Jamal Ma’mur Almani dalam bukunya 13 Cara Mengubah Takdir menyatakan sedekah memiliki banyak khasiat dan keutamaan, antara lain :

* Menolak 70 macam bencana, Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Sesungguhnya sedekah pasti menolak tujuh puluh pintu dari bencana”
* Mengobati penyakit, Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”
* Menjaga harta, Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Jagalah harta-hartamu dengan sedekah”
* Mencegah murka Allah, Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Sedekah bisa memadamkan murka Allah”
* Merekatkan hubungan, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sedekah adalah hadiah, maka hendaknya kalian saling memberi hadiah supaya kalian saling cinta-mencintai”.
* Melunturkan kekerasan hati, Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Barangsiapa di dalam hatinya dijumpai sifat keras, maka luluhkanlah dengan sedekah”.
* Menambah berkah umur, Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Sedekah bisa menolak bencana dan menambah dalam (keberkahan) umur”.

Di dalam kacamata ilmu sosial, sedekah, hibah dan hadiah memiliki banyak fungsi, berikut ini fungsi-fungsi sedekah :

* Menambah kekuatan harmoni dan solidaritas sosial
* Memperkuat relasi antar sesama
* Menambah kepercayaan orang
* Menghilangkan permusuhan
* Melapisi diri dengan benteng keamanan dan pertahanan yang kuat.

Begitu banyak kisah tentang manfaat dan keutamaan sedekah, seperti kisah Saidina Ali ra. dan kisah-kisah di sekitar kita yang kita dengar, begitu banyak manfaat seperti yang terdapat dalam hadist-hadist Rasulullah SAW. di atas, mulai sekarang marilah kita jadikan sedekah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari agar kita beruntung di dunia dan akhirat. Wallahualam bishawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s