Batu Kecil

Seorang pekerja proyek bangunan memanjat tembok yang sangat tinggi. Suatu saat, dia harus ngasih kabar penting pada temannya yang ada di bawah. Berulang kali dia teriak memanggil temannya, tapi suaranya tertutupi oleh bising suara mesin-mesin proyek. Kedengeran nggak, suara abis iya.

Untuk menarik perhatian, pekerja itu melemparkan uang logam di depan temannya. Usahanya berhasil. Temannya berhenti bekerja, mengambil uangnya, kemudian kerja lagi. Usaha yang sama diulangi, hasilnya tetep nihil. Diperhatiin nggak, keabisan uang receh iya.

Akhirnya pekerja itu dapet ide. Ia mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya ke bawah. Yes!, batu itu tepat mengenai kepala temannya. Merasa kesakitan, temannya menengadah ke atas mencari sumber lemparan batu. Pekerja itupun berhasil menyampaikan kabar penting untuk temannya.

Nyadar nggak sih, terkadang Allah mesti ’menegur’ kita dengan ’batu kecil’ berupa musibah dan cobaan agar kita mengingat-Nya. Bencana alam silih berganti menghampiri negeri kita. Banjir bandang, tanah longsor, atau gempa bumi boleh jadi sebuah peringatan dari ALLAH swt karena kita tak ramah dengan lingkungan. Begitu juga dengan wabah HIV yang masih mengancam akibat merajalelanya perilaku seks bebas dan penggunaan narkoba di sekitar kita. Tapi masa iya sih, Allah ’tega-teganya’ ngasih peringatan yang makan korban?

Eits entar dulu. Kalo bicara soal tega-menega, mestinya kita ngaca. Selama ini Allah nggak itung-itungan ngasih kenikmatan yang berlimpah buat hamba-Nya. Mulai dari oksigen gratis yang kita hirup setiap hari hingga kekayaan sumber daya alam. Sayangnya, saat Allah melimpahkan rahmat seperti halnya ’uang logam’ untuk kita, kita lebih sering lupa mengingat-Nya. Ketika Allah swt meminta kita untuk ikuti aturan-Nya dalam jalanin hidup, setengah-setengah mentaatinya.
Cuman dalam perkara ibadah shalat, puasa, zakat, atau ibadah haji. Tapi dalam urusan pergaulan, pengelolaan sumberdaya alam, ngurus kepentingan rakyat, atau cara kita berbusana, kita cuek bebek dengan aturan Islam. Padahal, cuman aturan hidup Islam yang bisa bikin hidup kita lebih hidup. Buat kebaikan kita juga. Bukan untuk siapa-siapa.

Tak ada salahnya kita selalu berusaha menjadi lebih baik setiap hari dari sebelumnya. Dan awal tahun, jadi momen yang pas bagi kita untuk membenahi hidup kita bersama Islam. Allah swt ngingetin: ”Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit…”. (QS. Thaha [20]: 124). So, jangan tunggu ’batu kecil mendarat di jidat kita. Otreh?![341]

ayo..segera lakukan dgn perbuatan..maukan..????
jadi gak disebut..NATO…Not Action TaLk ONly…okeh…
Beraangkaaaaaaaat…!!!!!!!!!!!!!!!!!!

sumber: Pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s